Tuesday, 5 April 2016



Cerita anak
Pangeran dan Putri Kodok
Di sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan AeroZevola tinggallah Raja, Ratu dan tiga keturunannya beserta para prajurit dan penduduk di kerajaan itu. Rajanya bernama Raja Tioga dan Istri raja bernama Ratu Zeyona. Mereka mempunyai tiga buah hati, ketiga – tiganya adalah anak laki – laki semua. Anak laki – laki yang pertama ( sulung) bernama Sang Kega Biawan, anak laki – laki yang kedua bernama Sang Nega Biawan, dan anak yang terakhir atau bungsu bernama Sang Raga Biawan. Orang tuanya sangat mencintai anak – anaknya. Anak – anaknya di asuh oleh dayang – dayang kerajaan. Kebutuhan dan keingina mereka selalu terpenuhi semua karena mereka merupakan anak dari seorang pemimpin kerajaan.
Sang Raja mempunyai prajurit atau ajudan yang sangat di percaya, dia bernama Kang Derosa. Kang Derosa ini sangat di percaya oleh Raja, dan juga Kang Derosa selalu menjalankan perintah apa yang diperintahkan oleh Raja. Sedangkan Ratu juga mempunyai dayang – dayang yang ia percaya untuk merawat anak – anaknya ketika Sang Ratu pergi menemani suaminya. Dayang – dayang tersebut bernama  Dayang Dumeira, Dayang Zumeira, dan yang terakhir Dayang Humeira. Dayang – dayang ini merawat putra – putra dari ratunya dengan penuh kasih sayang seperti merawat anaknya sendiri. Ketiga dayang tersebut merawat satu persatu dari putra. Raja Dayang Dumeira merawat Sang Kega Biawan yang akrab di panggil Kega. Kega ini merupakan anak yang manja dan ingin menang sendiri dari saudara – saudara yang lainnya. Nega merupakan tipe anak  cinta damai tidak suka ribut dengan saudara – saudaranya. Dan anak yang terakhir mempunyai tipe yang manja, suka seenaknya sendiri tapi suka mengalah pada saudara – saudarnya.

Sunday, 3 April 2016

IBU
Karya : Bi'al

Sendiri dalam keheningan malam
Sunyi dalam Kesedihan
Tak kala mengingatmu
Tak kala ingin berada dipelukanmu
Kasih sayang yang tulus murni

Cinta Suci yang kau beri
Ketulusan dan kemurnian hati
Namun pernah ku kotori
Masih teringat dikepalaku
Ketika kau teteskan air mata

Bodoh...
Betapa bodohnya 
Betapa berdosanya diriku
Namun memang hatimu sekuat baja 
Iya.. Yang kutahu Hatimu sekuat baja

Tapi aku sadar besar
Sebab hatimu adalah langit yang maha luas
Aku menyadari itu sekarang
Aku mengerti dan memahaminya
Langitpun bisa menangis


Maafkan aku
Yang sampai saat ini belum bisa membahagiakanmu 
Maafkan aku
Berdosanya aku
Yang sampai detik ini masih menyakiti hatimu